Kamis, 24 Maret 2016

Makalah Perkembangan Politik Kerajaan Islam di Indonesia



DAFTAR ISI

JUDUL................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang.................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................... 2
C.    Tujuan ................................................................................................. 2
D.    Manfaat............................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 3
A.       Sumber-Sumber Pendukung Masuknya Islam di Indonesia.............. 3
B.     Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia................................................. 4
C.     Saluran Penyiaran Agama Islam di Indonesia .................................... 8
BAB III PENUTUP............................................................................................ 11
A.    Simpulan.............................................................................................. 11
B.     Saran.................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 12

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masuknya islam di Indonesia mempengaruhui berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia termasuk juga dari segi perdagangan antar kepulauan di Indonesia dengan berbagai daerah di Asia Tenggara termaksud selat malaka, selat malaka dari dulu merupakan pusat perhatian terutama dari hasil bumi yang di jual disana menarik perhatian para pedagan dan menjadi lintasan penting anatara Cina dan India. Bersam dari itu datang lah pedagan daritimur tengah, mereka tidak hanya membeli iya juga menjajalkan barang daganganya ke masyarakat , mereka juga menyebarkan agama mereka di tanah  Indonesia yaitu agama Islam .
Dengan kehadiran para pedagang Arab itu membuat hubunan dagang anatara masyarakat Indonesia dengan para pedagang islam dari Arab tersebut. Para pedagang islam juga menyampaikan dan mengajarkan agam dan budaya islam kepada masyarak hal layak. Dengan cara tersebut banyak pedagamg memeluk agam islam. Dengan demikian secara bertahap agama dan budaya islam mulai berkembang pesat ke penjuru Indonesia.
Dan islam tidak hanya tersebar melalui jalur perdagaan tetapi juga melalu seni sastra, seni ruap, dan masih banyak yang lain-lain. Masuknya pedagan islam tersebu membawa dampak besar dalam banak hal seperti polik di indonesia . kerajan islam pertam di indonesioa adalah kerajaan Samudra Pasai yang terletak di samudera pasi di daerah pantai timur denga pelayaran internasiaonal pada masa itu, yakni selat malaka. Yang berdiri ssekita tahun 1238 masehi.

B.     RUMUSAN MASALAH
Masalah yanga akan kita bahaas di makala ini sebagai berikut :
1.      Apa sumber pendukung masuknya islam di Indonesia ?
2.      Bagaimana masa perkembangan islam di Indonesia ?
3.      Bagaiman saluran penyiaran agama islam di Indonesia ?
C.    TUJUAN PENULISAN
Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, tujuannya yang dicapai dalam makalah yang kami buat sebagai berikut :
1.      Agar dapat mengetahui sumber agama islam di Indonesia.
2.      Mengetahui perkembangan islam di Indonesia.
3.      Mengetahui saluran penyiaran agama islam di Indonesia.
D.    MANFAAT
Saya sebagai penyususn makalah ini berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi sih pembacanya.saya juga berharap pembaca tahu sejarah yang lebih tepatnya tentang “Perkembangan Politik Kerajaan Isalam di Indonesia”.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sumber-Sumber Pendukung Masuknya Islam di Indonesia
 Masuknya dan berkembangnya pengaruh islam ddan budaya ke indonesia di perkuat dengan beberapa sumber berita sejarah, baik yang berasal dari dalam negeri maupu dari luar negeri.
Menurut I wayan  (2006 : 41 ) sumber–sumber  itu di antaranya

sebagai berikut :

1.      Berita Arab berita ini diketahui melalui pedagan arab yang melakukan aktivitas dalam bidang perdagangan di indonesia. Para pedagang arab datang ke indonesia sekitar abad ke 7 masehi yang menguasai jalur perdagangan- pelayaran di wilayah indonesia bagian barat termasuk  selat malaka pada masa itu. Hubungan perdagangan Arab dengan kerajan seriwijaya terbukti dengan adanya sebutan para pedagang Arab untuk kerajan sriwijaya, yaitu Zabaq, zabay atau sribusa.
2.      Berita  Eropa : berita ini datang dari marco polo. Ia adalah orang eropa yang kali pertama menginjakan kaki di wilayah Indonesia, ketika ia kembali ke China menuju Eropa melalui jalan laut. Ia mendapat tugas dari kaisar china untuk mengantar putrinya dipersembahkan kepad kaisar romawi. Dalam perrjalna itu iay singah di sumatera bagian utara. Di daerah itu iya menemukan adanya kerajan islam, yaitu kerajaan samudra dengan sebagai ibu kota pasai.
3.      Berita  India  berita ini bmenyebutkan bahwa para pedagang indiadari Gujarat mempunyai peran penting dalam penyebaran agama dan kebudayana islam di Indonesia. Adapu bukti dari ssejatah tersebut adalah sebagai berikut :
1.          ukiran batu nisan gaya Gujarat.
2.          Adat istiadat dan budaya India islam.
3.      Berita china : berita ini berhasi di ketahui melalui  catatan Ma-Huan, seseorang penulis yang mengikuti perjalan Laksmana Cheng-Ho. Ia saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantrai utara Pulau Jawa. dengan bukti antar lain :
1.    Gedung Batu di semarang (masjid gaya China).
2.    Beberapa makam China muslim.
3.    Beberapa wali yang dimungkinkan keturunan China.
4.  Sumber dalam negeri terdapat sumber dari dalam berkembang dalam negeri yang menerangkan berkembang pengaruh islam di indonesia .
1.    penemuan sebuah batu bersuarat di leran (dekat Gersik). Surat tersbut tertuliskan dalam bahas arab yang sebagian tulisanya telah rusak. Batu tersebut membuat keterangan tentang meninggalnya seseorangperempuan yang bernama Fatimah binti Ma’mun (1028).
2.    Makam Sultan Malikum Saleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadan tahun 676 H atau tahun 1297 M.
3.    Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim  di Gersik yang wafat tahun 1419 M. Jirat makam didatangkan dari Gujarat dari berisi tulisa-tulisan arab.


Dari bukti-bukti dan sumber tersebut dapat di pastikan bahwa pengaruh Islam telah berkembang sejak masa jaya pengaruh dan kerajaan Hindu di Indonesia, sehingga pada suatu saat perkembangan islam dapat menggeser pengaruh hindu di Indonesia.

B. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
 Menurut Sri (2016 :21 ) Kerajaan Islam di Indonesia sebagai berikut :
1.      KERAJAAN SAMUDRA PASAI
Kesultanan Pasai, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.
Belum begitu banyak bukti arkeologis tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah. Namun beberapa sejarahwan memulai menelusuri keberadaan kerajaan ini bersumberkan dari Hikayat Raja-raja Pasai, dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.
Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521.

2.      KERAJAAN ACEH
Kesultanan Aceh Darussalam merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di provinsi Aceh, Indonesia. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh) dengan sultan pertamanya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507. Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 - 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

3.      KERAJAAN DEMAK
Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa ("Pasisir"). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan kadipaten dari kerajaan Majapahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru mewarisi legitimasi dari kebesaran Majapahit. Kerajaan ini tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Walau tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Demak beralih ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang menurut tradisi didirikan oleh Walisongo.
Lokasi keraton Demak, yang pada masa itu berada di tepi laut, berada di kampung Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa), saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Sebutan kerajaan pada periode ketika beribukota di sana dikenal sebagai Demak Bintara. Pada masa raja ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto") dan untuk periode ini kerajaan disebut Demak Prawata
  
4.      KERAJAAN BANTEN
Kesultanan Banten merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Provinsi Banten, Indonesia. Berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan.
Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati berperan dalam penaklukan tersebut. Setelah penaklukan tersebut, Maulana Hasanuddin mendirikan benteng pertahanan yang dinamakan Surosowan, yang kemudian hari menjadi pusat pemerintahan setelah Banten menjadi kesultanan yang berdiri sendiri.
Selama hampir 3 abad Kesultanan Banten mampu bertahan bahkan mencapai kejayaan yang luar biasa, yang diwaktu bersamaan penjajah dari Eropa telah berdatangan dan menanamkan pengaruhnya. Perang saudara, dan persaingan dengan kekuatan global memperebutkan sumber daya maupun perdagangan, serta ketergantungan akan persenjataan telah melemahkan hegemoni Kesultanan Banten atas wilayahnya. Kekuatan politik Kesultanan Banten akhir runtuh pada tahun 1813 setelah sebelumnya Istana Surosowan sebagai simbol kekuasaan di Kota Intan dihancurkan, dan pada masa-masa akhir pemerintanannya, para Sultan Banten tidak lebih dari raja bawahan dari pemerintahan kolonial di Hindia Belanda

5.      KERAJAAN MATARAM
Kerajaan mataram didirikan oleh Sutowijoyo yang bergelar Penembahan Senopati  (1586-1601). Ibukotanya Kota Gede. Penggantinya Raden Mas Jolang. Ia gugur di daerah Krapyak, sehingga disebut penembahan seda krapyak. Raja terbesarnya ialah Raden Mas Rangsang yang bergelar sultan agung hanyokrokusumo (1613-1645).
Sultan agung bercita-cita mempersatukan seluruh Jawa dan mengusir kompeni (VOC) dari Batavia. Setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Cirebon berhasil dikuasai, ia berencana menyerang Batavia. Serangan dilancarkan pada agustus 1628 dan September 1629, tetapi gagal. Kegagalan ini karena :
A.   Kurangnya perbekalan makanan,
B.   Kalah persenjataan,
C.   Jarak Mataram – Jakarta sangat jauh,
D.  Tentara Mataram terjangkit wabah penyakit.

Sepeninggal Sultan Agung, Matarm mengalami kemunduran dan terpecah. Berdasarkan perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 Matarm dipecah menjadi dua, yakni :
A.      Mataram Barat, yakni kesultanan Yogyakarta, diberikan kepada Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono I
B.      Mataram Timur, yakni Kesunanan Surakarta diberikan kepada Paku Buwono III
Selanjutnya berdasarkan Perjanjian Salatiga tanggal 17 Maret 1757, Surakarta dibagi menjadi dua, yakni :
a.      Surakarta Utara diberikan kepada Raden Mas Said dengan gelar Mangkunegara I, kerajaanya dinamakan Mangkunegaran.
b.      Surakarta Selatan diberikan kepada Paku Buwono III kerajaanya dinamakan Kasunanan SurakartaKERAJAAN MAKASSAR
Pada abad ke-17 di Sulawesi Selatan telah muncul beberapa kerajaan kecil, seperti Goa, Tallo, Sopeng, dan Bone. Kerajaan besar ialah Goa dan Tallo. Keduanya lebih dikenal sebagai kerajaan Makassar. Puncak kejayaanya pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin (1654-1670)
Pertempuran besar meletus pada 1666 di masa Sultan Hasanuddin. VOC di bawah pimpinan Speelman berkoalisi dengan Kapten Jonker dari Ambon dan Aru Palaka, Raja Bone. Hasanuddin kalah dan terpaksa menandatangani  Perjanjian Bongaya  pada 18 November 1667. Isinya sangat merugikan rakyat Makassar, yakni :
b.      Wilayah Makassar terbatas pada Goa, wilayah Bone dikembalikan kepada Aru Palaka
c.       Kapal Makassar dilarang berlayar tanpa seizin VOC
d.      Makassar tertutup untuk semua bangsa kecuali VOC dengan hak monopolinya
e.      Semua benteng harus dihancurkan, kecuali benteng ujung pandang yang kemudian namanya diganti menjadi benteng Rotterdam.
f.        Makassar harus mengganti kerugian perang sebesar 250 ribu ringgit.
Makassar berkembang sebagai pelabuhan internasional. Banyak pedagang asing seperti Portugis, Inggris, dan Denmark berdagang di Makassar. Karena itu, disusunlah hokum niaga dan perniagaan yang disebut Ade Allopioping Bicarance Pabbalu’e dan sebuah naskah lontar karya Amanna Gappa.

6.      KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
Kerajaan ternate dan tidore terdapat di Maluku. Keduanya sering bersaing dan persaingan makin tampak setelah datangnya bangsa Barat.
Bangsa Barat yang pertama kali datang ke Maluku ialah Portugis (1512) yang kemudian bersekutu dengan kerajaan ternate. Kemudian bangsa Spanyol dating pada 1521 dan bersekutu dengan kerajaan tidore. Saat itu tidak sampai terjadi perang. Untuk menyelesaikan persaingan Portugis dan Spanyol, pada tahun 1529 diadakan perjanjian saragosa. Isinya Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan kekuasaanya di Filipina dan bangsa Portugis tetap tinggal Maluku.
Portugis menderikan benteng Sao Paulo untuk melindungi Ternate dari serangan Tidore. Portugis kemudian memonopoli perdagangan dan terlalu ikut campur urusan dalam negri Ternate. Salah seorang sultan Ternate yang menentang ialah Sultan Hairun (1550-1570). Walau diadakan perundingan dengan hasil damai pada 27 Februari 1570, esok harinya ketika Sultan Hairun datang ke benteng Sao Pulo, ia justru dibunuh.

            Kerajaan islam yang ada di indonesia yang berjaya ada tujuh yang kami

ketahui yaitu :
1)      Kerajan Samudra Pasai.
2)      Kerajaan Aceh.
3)      Kerajan Demak.
4)      Kerajaan Banten.
5)      Kerajaan Mataram.
6)      Kerajan  Makasar.
7)      Kerajaan Ternate dan Tedore.
C.  Saluran Penyiaran Agama Islam di Indonesia
Menurut Dwi (2006 : 19 ) “agama Islam meluas ke pusat-pusat peradaban lama yang telah memiliki peradaban lembah sungai sebelumnya, yaitu Irak di lembah Masopotamia dan mesir di lembah Nil”. Penyebaran islam dari timur tengah ke Indonesia dapat di bedakan atas tiga kelompok yaitu :
a.       Dari daerah masopotamia terkenal sebagai persiar jalur utara.
b.      Melalui jalur tengah yaitu lembah Yordania dan bagian timur semenajung arabia.
c.       Melalui jalur selatan yang berpangkal di wilayah mesir.

Menurut I Wawan (2006 : 42 ) proses penyiaran islam di indonesia di lakukan deengan berbagai cara, yaitu sebagai berikut :
1.   Perdagangan sejak abad ke 7 M, para pedagang islam dari Arab, Persia, dan India telah ambil dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal ini menimbulkan jalinan hubungan dagan antara pedagang isalam dan para pedagang Indonesia. Di samping berdagang para pedagang isalam juga menyampaikan dan mengajarkan ajaran agama islam dan budaya isalam kepada masyarakat  Indonesia. Dengan cara tersebut banyak para pedagang Indonesia memeluk agam islam. Agam islam pun menyebar keseluruh indonesia.
2.   Perkawinan para pedagang melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang cukup lama. Banyak di antara mereka yang menetap dalam waktu yang cukup di suatu daerah. Keadan ini dapat mempererat hubungan mereka dengan kaum bangsawan pribumi. Jalinan hubungan yang baik ini kladang di teruskan dengan adanya perkawian dengan putri kaum pribumi dengan para pedagang Isalam. Melalui perkawinan ini lah lahir seorang muslim lambat laun terbentuk masyarakat muslim dengan adat islam sehingga pada sewaktu saat terbentuk kerajaan islam.
3.   Politik pengaruh kekuasaan seorang raja berperan besar dalam proses Islammisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam, maka rakyat juga akan mengikuti jejak rajanya. Setelah tersosialisasinya agama Islam maka kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilaya, kerajaan, dengan di ikuti dengan penyebaran agama islam.
4.   Pendidikan para ulama, guru-guru agama, ataupun para kyai juga memiliki peranan penting dalam penyebaran agama dan budaya Islam. Melalui bidang pendidikan, yaitu dengan mendirikan pesantren. Pondo pesantren ini merupakan tempat pengajaran agama Islam bagi para santri. Pesantren-pesantren ini bertujuan unutuk mempermudah penyebaran dan pemahaman agama Islam.
5.   Kesenian dapat dilakukan dengan di adakan dengan petunjukan seni gemelang seperti yang terjadi di Yogyakarta, Solo,Cerebon dan lain-lain. Disamping seni gemelang juga terdapat seni wayang.

BAB III
PENUTUP
A.     Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Islaam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 M. Kita dapat mengetahuinya dari beberapa sumber yang terpecaya yaitu berita Arab, berita Eropa, berita China, berita Indiah dan sumber dari dalam negeri.
Kerajan islam yang pernah ada di indonesia dan sempat mencapai puncak kejayaan ada tujuh yaitu sebagai berikut :
1)         Kerajan Samudra Pasai.
2)         Kerajaan Aceh.
3)         Kerajan Demak.
4)         Kerajaan Banten.
5)         Kerajaan Mataram.
6)         Kerajan  Makasar.
7)         Kerajaan Ternate dan Tedore.

B.      Saran
Dalam kehidupan sehari-hari kita harus dapat mempelajari sejarah yang ada di nidonesia. Agar  kita dapat menghargai kebudayaan dan agama yang ada di indonesia. Dan mengenal sejarah lebih dalam agar kita dapat menghargai hidup.
DAFTAR PUSTAKA

Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah  2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPS. Jakarta : Pusat Perbukuan Dapertemen Pendidikan Naisonal.

Listiyani, Dwi Ari. 2009. Sejarah semester 2 program Ips. Jakarta : Pusat Perbukuan Dapertemen Pendidikan Naisonal.

Widiyastuti, Sri.2016. Lks Sejarah  KTSP Standar isi 2006. Jawa Tengah : Pakarindo