Jumat, 26 Desember 2014

Cerpen Teman Yang Menjadi Pacar



            Pada sore hari, aku pergi bersama teman-teman dan aku menemukan pin BB si dia. Akhirnya aku invite dan kami pun mulai dekat dan sering bersama. Sampai saat itu akupun mulai ada rasa kepadanya. Aku sejak saat itu langsung menaruh hati kepadanya. Tapi, suatu saat dia berkata kepadaku, “Maaf aku sebenarnya suka sama kamu. Tapi, aku sudah punya kekasih …” Rasanya aku, membaca semua chat antara aku dan dia, awalnya bahagia. Namun setelah dia berkata jujur, rasanya seperti disamber geledek. Setelah itu aku menjauh dari dia dan berusaha move on sehingga lost contact dengannya.

            Setelah beberapa bulan tidak bersama, akhirnya kami bertemu. Awalnya kami bisa bersama, teteh saya mengajak saya pergi bersama kakak, dan dia. Tapi teteh saya tidak mau memberi tahu jika kami ingin pergi bersama dia. Saya bertanya kepada teteh saya, “Teh kita mau pergi kemana dan pergi bersama siapa?” kataku kasar. Teteh pun tak menjawab pertanyaanku. Setelah itu, kami bersiap-siap dan aku masih sibuk memainkan HP. Tetehku berkata “Udah di invite belum sama dia?” akupun bingung dan menjawab “Siapa?” kataku bingung. Udah tunggu aja, ntar kamu tahu kok sahut teteh dengan singkat akupun berkata “Oh, kok”.
            Beberpa menit pun telah berlalu, dia telah menginvite aku dan akupun senang melompat-lompat seperti orang yang sedang mendapatkan sesuatu. Dia mengajak aku pergi. Dia mulai mengajak chat. Akupun membuka HP ternyata ada BBM dari dia. Aku bingung dan aku langsung bertanya kepada teteh, “Oh ternyata dia yang mau mengajak aku pergi” sahutku malu-malu. “Ya” sahut teteh.
            “Oke aku siap-siap sebentar,” jawabku bbmnya. Dan tak lama kemudian setelah aku bersiap-siap. Dia dan Kak Memo telah menunggu di depan rumah. Oke kami pun siap-siap dan langsung menuju ke mobil, kami berempat pergi ke suatu tempat. Sampai disana kami makan, dan memancing. Sambil menunggu makanan, dia sibuk memainkan HP nya. Akupun curiga, cemburu, saat itu dia pergi keluar sebentar untuk mengambil kamera di mobil. HP ditinggal dan aku membuka. Obrolan dia dengan cewek, ternyata mantan kekasihnya. Setelah mengambil kamera, dia mengajak aku berfoto, dan aku mencuekinya dan marah. Dia bingung dan bertanya kepada teteh. Aku mengajak segera pulang karena aku tahu ternyata dia sudah punya pacar. Setelah itu bergegas pulang. Di dalam mobil, mereka bertiga bertanya, “Kamu kenapa?” “aku ngga apa-apa,” jawabku singkat.
            Dan akhirnya, dia sadar dan menyadari kenapa aku diam dan marah kepadanya. Dia meminta maaf dan aku masih marah dan tidak menghiraukannya. Dia kesal, membawa mobil sangat kencang dan tiba-tiba mengerem mendadak dan aku disuruh pindah ke depan. Awalnya aku tidak mau, namun dipaksa, dan akhirnya aku mau. Dia meminta maaf kepadaku dan masih tetap marah kepadanya, dan dia akhirnya menarik dan membisikkan “Maaf, aku tahu semua kesalahanku, aku sayang sama kamu dari awal kita bertemu.” Aku menjawab, “Udahlah, udah dua kali kamu membohongiku,” jawabku menangis. Dan tak lama kemudian dia menyatakan kata suka dan dia bilang “Kamu mau menjadi pacarku?” Dan aku pun menjawab singkat, aku menangis dan menjawab, “Ya, aku mau.” Dia memelukku. Setelah itu, kami berpacaran. Sampai saat ini kami pun masih menjalin hubungan yang baik. Dan aku sudah dikenalkan kepada mama, dan papanya, dan sampai saat ini kami masih menjalin hubungan yang baik.

Karya: Deka Yulia Ayu Sindi