Jumat, 26 Desember 2014

Makalah Geografi Klasifikasi Industri



KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan pada tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat,karunia dan waktunya sehingga atas seizin-Nya dapat terciptalah makalah ini.
Dengan adanya makalah ini diharapkan agar bisa menjadi apresiasi agar para pembaca berminat serta bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun bermasyarakat.
Dan akhirnya kami berharap mudah-mudahan makalah ini dapat menambah wawasan dunia tentang ilmu ini. Segala kritik dan saran yang membangun untuk menyelesaikan makalah  ini Kami terima dengan senang hati dan lapang dada.


                                                                                  Oktober 2014
                                     Penulis                        

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ..................................................................................  ii
DAFTAR ISI .................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ..........................................................................................  1
B.     Rumusan Masalah ......................................................................................  1
C.     Tujuan ........................................................................................................  1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Industri ....................................................................................  2
B.     Klasifikasi Industri ....................................................................................  3
C.     Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Industri ................................  8
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ................................................................................................  10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................  11

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.
Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja faktor yang mempengaruhi industri?
2.      Bagaimana klasifikasi industri di Indonesia?
3.      Apa dampak positif dan negatif dari pembangunan industri?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi industri.
2.      Untuk mengetahui klasifikasi industri di Indonesia.
3.      Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari pembangunan industri.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya beaipa barang tetapi juga dalam bentuk jasa. Kegiatan industri di Indonesia dlatur dalam Undang-Undang No.5 Tahun 1984. Undang-Undang tersebut mengatur bahwa cabang-cabang industri penting strategis bagi negara yang merupakan kebutuhan hajat hidup orng banyak dikuasai oleh negara dan mencegah adanya monopoli.
Industri tidak dapat berdiri sendiri, tetapi membutuhkan sarana penunjang. Berikut ini penunjang industri:
a.       Tenaga kerja yang terampil
b.      Suasana yang mendukung bagi berkembangnya industri
c.       Jaringan transportasi dan komunikasi yang mantap
d.      Terjaminnya persediaan bahan mentah atau bahan baku
e.       Tenaga energi atau bahan bakar
f.       Manajemen atau perangkat pengelolaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi industri ada 5, yaitu:
a.       bahan mentah, tidak ada barang yang dapat dibuat jika tidak ada bahan mentahnya, misalnya untuk industri pensil dibutuhkan tambang grafit dan kayu jenis  khusus tentunya.
b.      sumber tenaga (power resource), ini menyangkut tenaga air (hydro power) atau pelistrikan untuk menggerakkan mesin pabrik.
c.       suplai tenaga kerja, hal ini menyangkut dua segi yakni kuantitatif (jumlah tenaga kerja) dan kualitatif (keterampilan yang dilmiliki tenaga kerja).
d.      Suplai air, industri sudah jelas sangat memerlukan air baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
e.       pemasaran, dalam dunia industri pemasaran adalah sangat penting. Karena dalam indutri memeproduksi barang untuk di jual.
f.       fasilitas transportasi, transpotasi dalam industri sangat penting baik untuk mendatangkan bahan baku maupun menyebarkan produk.
B.     Klasifikasi Industri
Banyak aspek yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menggolongkan, mengelompokkan dan/atau mengklasifikasikan industri. Adapun penggolongan industri di Indonesia adalah sebagai berikut:
1.      Klasifikasi Industri Berdasarkan Terdapatnya Bahan Baku Industri
a.      Industri Ekstraktif
Industri ekstraktif merupakan industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan pertambangan. Lokasi industri ektraktif ini biasanya berada di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya, industri besi harus ditempatkan di wilayah terdapatnya bijih besi.
Industri ekstraktif dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu:
a)      Industri manufaktur merupakan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang lain yang dapat digunakan sehari-hari atau menjadi bahan barang lain yang akan digunakan oleh industri lain lagi.
b)      Industri reproduktif merupakan industri yang mengambil bahan baku dari hasil alam, tetapi selalu mengganti kembali setelah mengambilnya. Contohnya adalah industri pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
b.      Industri Nonekstarktif
Industri nonekstraktif merupakan industri yang mengambil bahan baku dari tempat lain atau yang disediakan oleh industri lain. Misalnya, industri sepatu di Bandung bahan bakunya diambil dari Surabaya atau tempat lain.


c.       Industri Fasilitatif
Industri fasilitatif atau disebut juga industri jasa merupakan aktivitas eknomi yang menjual jasa untuk keperluan orang lain. Yang termasuk dalam kelompok industri fasilitatif ini adalah industri perdagangan, industri perbankan, industri transportasi, dan komunikasi.
2.      Klasifikasi Industri Berdasarkan Hasil Produksi
a.      Industri Berat
Industri berat merupakan industri yang menghasilkan mesin-mesin dan alat-alat produksi. Misalnya, industri mesin percetakan dan industri alat transportasi.
b.      Industri Ringan
Industri ringan merupakan industri yang menghasilkan barang jadi yang bisa langsung dipakai masyarakat. Misalnya, industri bahan makanan dan minuman, industri tekstil, industri obat-obatan, serta industri barang-barang kerajinan.
3.      Klasifikasi Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:
a.      Industri rumah tangga yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri-ciri industri rumah tangga adalah memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya.
b.      Industri kecil yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang. Ciri-ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relatif kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara.
c.       Industri sedang yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 orang sampai 99 orang. Ciri-ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemampuan manajerial tertentu.
d.      Industri besar yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 1000 orang. Ciri-ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, serta pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan.
4.       Klasifikasi Industri Berdasarkan Pengelolaan
a.      Industri rakyat adalah industri yang diusahakan oleh rakyat. Sebagian industri ini termasuk industri kecil dan ringan. Misalnya industri tahu, industri tempe dan kerajinan kulit.
b.      Industri negara adalah industri yang diusahakan oleh negara dan biasanya industri ini bentuk usahanya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya Pertamina.
5.      Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal
a.      Industri PMDN merupakan industri yang seluruh asal modalnya dari penanaman modal dalam negeri, oleh para pengusaha swasta nasional atau pemerintah.
b.      Industri PMA merupakan industri yang asal modalnya dari penanaman asing.
c.       Industri patungan merupakan industri yang asal modalnya dari kerja sama antara swasta nasional dan industri asing dengan presentase jumlah modal yang ditentukan sesuai dengan peraturan penanaman modal di Indonesia.
6.      Klasifikasi Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan
a.      Industri primer merupakan industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut. Misalnya anyaman dari bambu, perkakas rumah tangga dari tanah dan kerajinan kulit.
b.      Industri sekunder merupakan industri yang menghasilkan barang-barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sehingga bentuk bahannya tidak terlihat. Misalnya industri pipa dari besi, industri barang-barang elektronika, industri sepatu.
c.       Industri terseier merupakan industri yang beregerak di bidang usaha pariwisata, jalur perdagangan, lalu lintas.
7.      Klasifikasi Industri Berdasarkan Tahapan Produksi
a.      Industri hulu merupakan industri yang tahapan produksinya mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi, misalnya industri kayu olahan.
b.      Industri hilir merupakan industri yang tahapan produksinya mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi, misalnya industri lembaran besi dan baja menjadi industri pipa, seng, dan kawat.
8.      Klasifikasi industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian
Selain pengklasifikasian industri tersebut di atas, ada juga pengklasifikasian industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/ I/1986 yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Adapun pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut:
a.      Industri Kimia Dasar (IKD)
Industri Kimia Dasar merupakan industri yang memerlukan: modal yang besar, keahlian yang tinggi, dan menerapkan teknologi maju. Adapun industri yang termasuk kelompok IKD adalah sebagai berikut:
1)      Industri kimia organik, misalnya: industri bahan peledak dan industri bahan kimia tekstil.
2)      Industri kimia anorganik, misalnya: industri semen, industri asam sulfat, dan industri kaca.
3)      Industri agrokimia, misalnya: industri pupuk kimia dan industri pestisida.
4)      Industri selulosa dan karet, misalnya: industri kertas, industri pulp, dan industri ban.


b.      Industri Mesin Logam Dasar dan Elektronika (IMELDE)
Industri ini merupakan industri yang mengolah bahan mentah logam menjadi mesin-mesin berat atau rekayasa mesin dan perakitan. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:
1)      Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian, misalnya: mesin traktor, mesin hueler, dan mesin pompa.
2)      Industri alat-alat berat/konstruksi, misalnya: mesin pemecah batu, buldozer, excavator, dan motor grader.
3)      Industri mesin perkakas, misalnya: mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji, dan mesin pres.
4)      Industri elektronika, misalnya: radio, televisi, dan komputer.
5)      Industri mesin listrik, misalnya: transformator tenaga dan generator.
6)      Industri kereta api, misalnya: lokomotif dan gerbong.
7)      Industri kendaraan bermotor (otomotif), misalnya: mobil, motor, dan suku cadang kendaraan bermotor.
8)      Industri pesawat, misalnya: pesawat terbang dan helikopter.
9)      Industri logam dan produk dasar, misalnya: industri besi baja, industri alumunium, dan industri tembaga.
10)  Industri perkapalan, misalnya: pembuatan kapal dan reparasi kapal.
11)  Industri mesin dan peralatan pabrik, misalnya: mesin produksi, peralatan pabrik, the blower, dan kontruksi.
c.       Aneka Industri (AI)
Industri ini merupakan industri yang tujuannya menghasilkan bermacam-macam barang kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:
1)      Industri tekstil, misalnya: benang, kain, dan pakaian jadi.
2)      Industri alat listrik dan logam, misalnya: kipas angin, lemari es, dan mesin jahit, televisi, dan radio.
3)      Industri kimia, misalnya: sabun, pasta gigi, sampho, tinta, plastik, obatobatan, dan pipa.
4)      Industri pangan, misalnya: minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam dan makanan kemasan.
5)      Industri bahan bangunan dan umum, misalnya: kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer.
d.      Industri Kecil (IK)
Industri ini merupakan industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit, dan teknologi sederhana. Biasanya dinamakan industri rumah tangga, misalnya: industri kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah (gerabah).
e.       Industri pariwisata
Industri ini merupakan industri yang menghasilkan nilai ekonomis dari kegiatan wisata. Bentuknya bisa berupa: wisata seni dan budaya (misalnya: pertunjukan seni dan budaya), wisata pendidikan (misalnya: peninggalan, arsitektur, alat-alat observasi alam, dan museum geologi), wisata alam (misalnya: pemandangan alam di pantai, pegunungan, perkebunan, dan kehutanan), dan wisata kota (misalnya: melihat pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, wilayah pertokoan, restoran, hotel, dan tempat hiburan).
C.    Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Industri
Dampak positif atau keuntungan yang dapat diambil dengan adanya pembangunan industri antara lain :
1.      Menambah penghasilan penduduk, yang akan meningkatkan kemakmuran.
2.      Menghasilkan aneka barang yang diperlukan masyarakat banyak.
3.      Memperbesar kegunaan bahan mentah. Jadi, semakin banyak baahn mentah yang diolah dalam perindustrian sendiri maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh.
4.      Memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk.
5.      Mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk luar negeri.
6.      Industri perkebunan dapat memberi hasil tambahan bagi para petani.
7.      Merangsang masyrakat untuk meningkatkan pengetahuan industri.
8.      Memperluas kegiatan ekonomi manusia, sehingga tidak semata-mata bergantung pada lingkungan.
Dampak negatif pembangunan industri antara lain :
a.       Lahan pertanian menjadi semakin berkurang jumlahnya.
b.      Tanah permukaan (top soil) yang merupakan bagian yang subur menjadi hilang.
c.       Cara hidup masyarakat berubah.
d.      Lingkungan tercemar.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi industri ada 5, yaitu: bahan mentah,  sumber tenaga (power resource), suplai tenaga kerja, suplai air, pemasaran, dan fasilitas transportasi.
Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya

DAFTAR PUSTAKA

Wardiyatmoko, K.2006. Geografi SMA.Jakarta : Erlangga
Gunawan, Totok dkk. 2005. fakta dan Konsep Geografi. Jakarta : Ganeca Exact 4.
Acces Internet www.klasification industry.com.

MAKALAH GEOGRAFI
KLASIFIKASI INDUSTRI
  
Disusun oleh:
Kelompok 2
1.      Mugi Lestari
2.      Reza Friani
3.      Eka Saputri. PW
4.      Aplis Aji Dana
5.      Hendri Hermawan
6.      Adi Hendriadi

Guru Pembimbing:
  
MADRASAH ALIYAH NEGERI
TAHUN AJARAN 2014-2015