Sabtu, 07 Maret 2015

Dongeng Mandi Hawa



Suatu hari, Ada Peperangan di Mandi hawa yaitu Antara Puyung Dahan dan Puyung Abung dan anehnya dalam peperangan ini Puyung Dahan dan Puyung Abung tidak menggunakan senjata sama sekalai, Puyung Dahan begitu mudahnya mengalahkan Puyung Abung, dengan menunjukkan Jari tangannya Pasukan Puyung Abung pergi dengan kecepatan yang sangat kuat. Puyung  dahan dan Rakyatnya hidup aman. Tinjang Puyung
Dahan dan Puyung Abung jadi Batu, Kursi, Asahan dan Palung Bangkai Puyung Dahan pun jadi Batu. Mayat atau Pasukan Puyung Abung di Tumpukan di Palung bangkai, Telinga Pasukan Puyung Abung diambil dibakar. Lalu dimakan oleh Puyung Dahan. Air yang ada di Palung Bangkai dari Zaman dahulu hingga sekarang masih merah. Sudah kemudian Puyung Dahan sangat tua dan Ia jatuh sakit, lalu ia meninggal dunia, Puyung Dahan dimakamkan di dekat mandi hawa, sedangkan Puyung Abung entah kemana.


TERIMA KASIH !!!!