Kamis, 27 Agustus 2015

Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Suatu negara tidak mungkin berdiri tegak dan kokoh apabila tidak memiliki landasan yang kuat dan kokoh pula. Landasan pokok berdirinya suatu negara yaitu berupa dasar negara. Dasar Negara pada umumnya merupakan landasan filosofis dan ideologi negara tersebut. Sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia diperoleh para pejuang bangsa yang bercita-cita mendirikan Negara telah mempersiapkan calon dasar Negara Republik Indonesia. Setelah memperoleh kemerdekaan calon dasar negara yang telah dipersiapkan oleh para pendiri negara tersebut kemudiaan disahkan menjadi dasar negara. Dasar negara tersebut diberi nama Pancasila. Dalam makalah ini penulis mencoba membahas tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila tersebut.

Di dalam Pancasila terkandung banyak nilai di mana dari keseluruhan nilai tersebut terkandung di dalam lima garis besar dalam kehidupan berbangsa negara. Perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan tak jua lepas dari nilai Pancasila. Sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kita selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila tersebut.
Indonesia hidup di dalam berbagai macam keberagaman, baik itu suku, bangsa, budaya dan agama. Dari ke semuanya itu,Indonesia berdiri dalam suatu keutuhan. Menjadi kesatuan dan bersatu di dalam persatuan yang kokoh di bawah naungan Pancasila dan semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika.
Tidak jauh dari hal tersebut, Pancasila membuat Indonesia tetap teguh dan bersatu di dalam keberagaman budaya. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar kebudayaan yang menyatukan budaya satu dengan yang lain. Karena ikatan yang satu itulah, Pancasila menjadi inspirasi berbagai macam kebudayaan yang ada diIndonesia.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila?
2.      Apa saja perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?

C.    Tujuan 
1.      Untuk mengetahui sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila.
2.      Untuk mengetahui perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Nilai dalam Pengembangan Pancasila
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama bermakna adanya keyakinan setiap warga negara kepada Tuhan yang Maha Esa. Warga negara dilarang menganut paham atheisme. Contohnya, adanya kebebasan memeluk agama, toleransi antarumat beragama, serta penghormatan dan sikap saling mengharagai antaumat beragama.
Menunjukkan sikap positif artinya menunjukkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap positif terhadap pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dapan kita tunjukkan dengan cara menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pengembangan sikap sila pertama adalah sebagai berikut:
a.       Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Masing-masing atas dasar kemanusiaan yang beradab.
c.       Membina adanya kerjasama dan toleransi antar sesama pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua bermakna adanya prinsip persamaan harkat dan martabat manusia yang memiliki potensi kultural. Setiap warga negara Indonesia merupakan bagian dari warga dunia yang mengakui adanya prinsip persamaan harkat dan martabat. Contohnya adanya kebebasan untuk berhubungan dengan individu maupun kelompok maupun adanya hubungan saling menghormati dan menghargai.
Sikap positif terhadap pancasila sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dapat kita tunjukkan dengan cara mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang sama derajatnya, sama hak dan kewajiban asasinya. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berarti menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan.
Pengembangan sikap terhadap sila kedua adalah sebagai berikut:
a.       Tidak saling membedakan warna kulit.
b.      Saling menghormati dengan bangsa lain.
c.       Saling bekerja sama dengan bangsa lain.
d.      Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

3.      Persatuan Indonesia
Sila ketiga bermakna adanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang meliputi politik, ekonomi, sosial dan budaya dan pertahanan keamanan. Tujuannya untuk mewujudkan persatuan antarwarga negara yang memiliki keberagaman budaya sehingga dapat menumbuhkan rasa kesamaan, solidaritas, kebanggaan, dan cinta kepada bangsa dan negara Indonesia.
Contohnya, memiliki rasa kebersamaan sebagai suatu bangsa, memiliki kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negara, menghargai dan menghormati perbedaan-perbedaan antarsuku bangsa, saling bekerja sama untuk kepentingan bangsa dan negara.
Sikap positif terhadap Pancasila khususnya sila Persatuan Indonesia dapat kita tunjukkan dengan menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Menempatkan kepeentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golonga berarti bahwa manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa ketika diperlukan
Pengembangan sikap yang mencerminkan nilai sila ketiga adalah sebagai berikut:
a.         Menempatkan persatuan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
b.        Menetapkan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
c.         Bangga berkebangsaan Indonesia. Memajukan pergaulan untuk persatuan bangsa.

4.      Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat maknanya adalah negara Republik Indonesia menganut paham demokrasi yang bersumber dari nilai kehidupan bangsa, seperti gotong royong dan kekeluargaan. Perwujudan dari paham demokrasi tersebut adalah kekuasaan negara berada di tangan rakyat atau disebut dengan kedaulatan rakyat.
Contohnya, memiliki sikap untuk menerima pendapat orang lai, mengutamakan kepentingan bersama, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, dan lain-lain.
Sikap positif terhadap pancasila sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyaawaratan /perwakilan dapat kita perlihatkan dengan cara menunjukkan sikap persamaan kedudukan, hak dan kewajiban. Dengan demikian, tidak boleh ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain.
Pengembangan sikap yang mencerminkan nilai terhadap sila keempat adalah sebagai berikut:
a.         Mengakui bahwa manusia Indonesia memiliki kedudukan dan hak yang sama.
b.        Melaksanakan keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab dan itikad baik.
c.         Mengambil keputusan yang harus sesuai dengan nilai kebenaran dan keadilan.



5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima bermakna keadilan disegala aspek kehidupan, baik secara material maupun spiritual untuk semua rakyat Indonesia. Contohnya, memiliki sikap berlaku adil kepada setiap individu dalam masyarakat tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain, dermawan kepada sesama, dan lain-lain.
Pengembangan sikap yang mencerminkan nilai sila kelima adalah sebagai berikut:
a.         Adanya hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan social dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa atau dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan bernegara.
b.        Menjunjung tinggi sifat dan suasana gotong royong dengan rasa kekeluargaan dan penuh kegotongroyongan.

B.     Perilaku yang Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pada era reformasi ini, ideologi Pancasila diterima sebagai ideologi terbuka. Tetapi, terkadang nilai-nilai yang ada dalam Pancasila yang merupakan nilai-nilai luhur dari seluruh kebudayaan masyarakat Indonesia sering ditinggalkan.
Contohnya, rasa kebersamaan yang mulai berkurang, penyelesaian permasalahan tidak secara musyawarah melainkan dengan kekuasaan ataupun kekerasan, kurangnya sikap saling menghormati dan menghargai, dan lain-lain. Sikap-sikap tersebut sebaiknya dihindari apabila kita menyadari pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup.
Sikap-sikap positif yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila adalah sebagai berikut:
1.      Lingkungan Kehidupan Pribadi
Contoh perilaku positif yang dapat di lakukan dari berbagai lingkungan kehidupan pribadi, antara lain:
a.       Percaya dan taqwa terhadap tuhan Yang Maha Esa.
b.      Memiliki semangat tenggang rasa dan tepa slira.
c.       Memiliki semangat hidup rukun.
d.      Memiliki semangat bermusyawarah.
e.       Menghargai hasil karya orang lain

2.      Lingkungan Kehidupan Bermasyarakat
Contoh perilaku positif yang dapat dilakukan dari berbagai lingkungan kehidupan bermasyarakat, antara lain:
a.       Toleransi terhadap pemeluk agama lain.
b.      Menghormati serta mengakui persamaan derajat dan martabat manusia.
c.       Menciptakan suasana pergaulan yang sehat dan dinamis.
d.      Mengambil keputusan dengan cara musyawarah.
e.       Mewujudkan kesejahteraan sosial.
3.      Lingkungan Berbangsa dan Bernegara
Contoh perilaku positif yang dapat di lakukan dari berbagai lingkungan kehidupan berbangsa dan bernegara:
a.       Menjamin dan melindungi kemerdekaan memeluk agama dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
b.      Menjamin keseimbangan antara hak dan kewajiban warga Negara.
c.       Menjaga keutuhan bangsa dan tanah air Indonesia.
d.      Mewujudkan tatanan pemerintahan yang demokratis.
e.       Pemrataan pembangunan dan hasil-hasilnya di segala bidang.

 BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Keberlangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara indonesia tanpa kecuali. Setiap warga negara harus memahami dan memiliki kesadaran untuk melaksanakan pancasila. Kesadaran untuk melaksakan pancasila dapat tumbuh dan melekat pada diri dan menjadi sifat karena didorong oleh adanya kenyataan bahwa indonesia berdiri karena perjuangan seluruh rakyat indonesia dan bahwa penyelenggaraan kehidupan negara indonesia didasarkan pada hukum dasar nasional, yaitu Pancasila. Ada beberapa jalur untuk menampilkan sikap positif terhadap pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, di antaranya melalui jalur pendidikan dan media massa.


DAFTAR PUSTAKA

http://blog.kenz.or.id/2006/06/01/45-butir-pengamalan-pancasila.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila                                                                          
http://anakciremai.blogspot.com/2008/09/makalah-ppkn-tentang-landasan.html